Designed by Veethemes.com

Latest Posts

CanduKarir | Mencari pekerjaan bukanlah hal yang sulit (mengerikan). Hanya saja butuh waktu seperti mana kamu mencari sebuah benda yang lupa / tertinggal.


Namun kamu tidak perlu khawatir akan hal ini. Semua itu adalah suatu hal yang kamu harus lalui dan butuhkan "untuk menuju kesuksesan". Sekarang yang tersisa hanya cukup untuk mencari tahu bagaimana menerapkan sumber daya yang kamu miliki tersebut menjadi sumber penghasilan dalam dunia karirmu.
Untuk memastikan bahwa kamu ingin memaksimalkan kesempatan untuk mendapatkan panggilan, berikut 5 Hal yang harus Kamu Kuasai saat Melamar Kerja.

source : google search

1. Network (Relasi/ Jaringan)
Jaringan atau Relasi adalah hal yang sangat penting untuk memulai juga membangun sebuah karir, meski terkadang banyak yang menganggap remeh akan hal ini.
Salah satu contoh yang paling menggambarkan bahwa pentingnya jaringan ini adalah ; "Apa yang kita tahu tidak seperti apa yang kita duga".
Jadi begini, nyatanya sampai sekarang masing banyak orang yang mencari pekerjaan dan telah bekerja bertahun tahun hanya karena mendapatkan pekerjaan tersebut dari mulut ke mulut.
Mungkin bisa dari teman, keluarga, bahkan seorang kenalan yang hanya kebetulan mempunyai relasi dengan sebuah perusahaan A misalkan, dan kenalan tersebut merekomendasikan kita untuk bekerja di perusahaan tersebut. Kemudian ada seseorang yang bekerja di perusahaan B , dan menemukan bakat yang ulet dan membawa kita untuk bekerja di tempat B tersebut, dengan posisi yang sudah tergolong lumayan.

Tak ada salah nya kamu mulai mencoba dari hal ini, carilah sebuah relasi, perbanyak teman, dan banyak bertanya pada kenalan yang ada disekitar lingkungan. Dan juga ,kamu butuh melakukan sebuah cara yang hanya butuh beberapa aturan dasar, berikut "Prinsip Hubungan Relasi Yang Efektif"
Tidak pernah lupa memberikan salam
Dalam hal ini kamu harus turut aktif ,serta mau menyempatkan waktu untuk beramah tamah terhadap orang orang yang terjalin relasi denganmu

Lebih mengarahkan relasi untuk melihat bidang pekerjaan kita seperti apa,
Sebagai contoh mungkin kamu bisa sekedar memberi kartu nama atau memperlihatkan portfolio
Pentingnya untuk mengingat nama Relasi
Point diatas menekankan kita agar tidak pernah lupa akan sebuah nama relasi yang pernah kita jalin hubungan.
Menjaga relasi dengan tetap terhubung melalui sosial media.
Seperti hal nya kamu membutuhkan informasi dari relasi, media sosial harus turut kamu manfaatkan agar hubungan semakin erat. Ex: Email, Facebook, dll.

Tidak lupa membantu kembali (berbalas budi)
Point ini adalah salah satu hal penting yang menunjukkan kita memiliki sikap yang baik akan sebuah relasi. Seperti halnya kita membutuhkan relasi untuk mendapat bantuan, demikian juga kita harus bisa merasakan dan membalas bantuan tersebut suatu saat.

source : medium.com

2. Berbicara mengenai diri sendiri.
Berbicara mengenai diri sendiri adalah keahlian yang paling penting yang kamu butuhkan untuk mengembangkan karir. Seperti beberapa penjelasan siapa kita, apa yang akan kita lakukan, apa tujuan/ goal kita yang paling didambakan, ini sudah lebih dari cukup untuk memberikan orang lain informasi yang mereka butuhkan untuk menggambarkan tentang diri kita, dan bisa mengenal lebih baik.

Hal ini biasanya sering disebut "elevator Speech". Seperti kasus, jika kamu tidak punya suatu hal, maka kamu harus mem persiapkan hal itu sekarang. Jika sudah mempersiapkan, maka akan ada saatnya bertemu dengan orang penting yang ahli dalam suatu bidang, kamu akan siap untuk memperkenalkan dirimu dan bisa mengekspresikan tekad untuk bekerja dengan mereka.

Dapat menjelaskan tentang diri kita lebih baik akan membantu untuk menjadi lebih baik dalam hal promosi diri, tidak hanya itu saja, tapi juga akan membuat kamu lebih siap untuk menjawab pertanyaan pertanyaan dasar saat sedang "interview", seperti saat diberi pertanyaan "Coba jelaskan tentang diri anda" atau apa kelebihan dan kekurangan anda". 
dan juga tidak lupa untuk mempersiapkan perilaku yang baik untuk setiap pertanyaan.

source : illustrationsource.com

3. Sering Mencari Informasi/ Blogging
Dalam hal ini bukan berarti kamu harus menjadi seorang blogger. Beberapa keahlian/pengetahuan dasar perlu untuk meyakinkan bahwa kamu tahu bagaimana menggunakan informasi dalam perangkat elektronik jaman sekarang ini dan bisa memberikan/menghasilkan sesuatu.
Seperti Selain mampu menggunakan Sosial media, kamu juga perlu menunjukkan, membuktikan bahwa kamu sedikit ahli dalam penggunakan komputer, yang mana hal ini juga perlu dalam memasarkan diri sendiri juga kerja. 
Seperti contoh, sekarang ini sebagian besar para perekrut pekerja, telah mewajibkan hal ini (Penguasaan Media Informasi /Komputer) dalam lamaran.

source : contentmarketingtoday.com

4. Melakukan Penelitian
Penelitian juga adalah hal yang penting dalam mencari pekerjaan, seperti kapan waktu yang tepat untuk datang wawancara, dengan demikian kamu bisa lebih mempersiapkan diri untuk hal tersebut. Terlebih dari itu kamu juga bisa melakukan penelitian tentang perusahaan yang kamu lamar sebanyak mungkin, bisa melalui situs resminya. Pelajari kegiatan seperti apa yang dikerjakan, dan buatlah suasana yang lebih akrab terhadap karyawan2 dengan sekedar sapa / jika boleh ajak untuk sekedar berbincang tentang tujuan anda, sehingga terkadang mereka pun dapat memberi saran dan masukan sebagai karyawan yang telah menetap disana.

source : reallifeselling.com

5. Persentase
Banyak para perekrut/employer yang lebih memilih untuk mewawancarai kandidat pelamar melalui sebuah persentase. Meminta pelamar untuk menyiapkan persentase singkat mengenai topik tertentu yang disediakan pewawancara.
Hal ini dianggap lebih relevan dan tepat, dimana kita tidak hanya berbicara bertele tele, tapi turut menampilkan sebuah gambaran fisik seperti illustrasi, diagram, dll.
Dalam hal ini kamu harus dapat menguasai audiens, dan membuat mereka betul paham apa yang ingin kamu utarakan.

Jika kamu sudah memahami ke 5 hal diatas mungkin akan sedikit membantu kamu untuk bisa mendapat lebih banyak persiapan lagi


Sekian Terima kasih,
Salam Sukses.





CanduKarir | Sekarang ini, ada banyak orang yang bekerja dalam waktu full time atau part time yang  juga menggunakan kegiatan sampingan untuk dapat menunjang penghasilan ekstra. Sebut saja contoh, seseorang yang dipekerjakan sebagai seorang akuntan perusahaan, sementara dia sedang terlibat dalam pekerjaan yang lain seperti bertani, atau pemain musik sebagai kegiatan sampingan. Memiliki kegiatan/pekerjaan sampingan memang dapat meningkatkan karir kita dengan cara yang berbeda, dan seperti apa cara untuk memulainya? berikut penjelasannya ;

source : www.creativedigest.co.uk
1. Dapatkan Skill Baru
Salah satu pokok yang menguntungkan dari mengambil pekerjaan sampingan adalah memberi kita sebuah pilihan untuk belajar pengetahuan yang baru. Apakah sampingan tersebut berkebun, sebagai penulis freelance, photography, atau berada didunia entertainment seperti musik dan akting, kamu mungkin bisa menemukan cara salah satunya belajar kursus dan membaca buku buku panduan yang akan meningkatkan pengetahuanmu sebagai subjeknya. Keahlian yang baru bisa membuat kita lebih cekatan dalam pekerjaan yang sekarang. atau ketika kita memutuskan untuk turun kedalam kerja sampingan tersebut dan beralih menjadi hal yang utama kita kerjakan.

source : watchdog.org
2. Tingkatkan Manajemen sebagai Peran Ganda
Ketika kamu bekerja, peran yang diberikan biasanya didefenisikan dengan jelas. Yang mana berarti bahwa pekerjaan tersebut akan melibatkan pelaksanaan tugas tugas tertentu pada hari ke hari, sehingga terlihat mudah diprediksi. Namun, ketika menemukan pekerjaan sampingan, hal hal yang tidak konvensional biasa ditemukan. Selain menjadi Bos terhadap diri sendiri, kamu mungkin juga akan menjadi Manajer SDM, resepsionis, pembukuan, dan bahkan hal kecil seperti bersih bersih, semuanya harus dimulai dengan melakukannya sendiri. 
Selain itu, Kamu mungkin juga akan kereap menangani klien yang berbeda dan harus mengelola beberapa tenggat waktu. Maka untuk itu, hal ini dapat membantumu secara signifikan untuk meningkatkan kemampuan untuk menangani beberapa peran.

source : mmmkebebasanfinansial.blogspot.com
3. Perbaiki Manajemen Waktu
Memiliki kegiatan sampingan akan membuatmu menghargai pentingnya sebuah manajemen waktu yang baik. Jika kamu memiliki pekerjaan full time, kegiatan sampingan, serta kepentingan pribadi dan keluarga. Kamu akan harus mencari tahu bagaimana menggunakan waktu dan energi dengan cara yang baik. Maksudnya bahwa setiap menit dari waktu mu harus dapat dipertanggung jawabkan.

source : thompsonburton.com
4. Diversifikasi Jalur Karirmu dan pendapatan
Saat ini, keamanan kerja hanyalah sebuah mitos. kamu dapat kehilangan pekerjaanmu pada waktu yang tak terduga atau dipaksa untuk mengambil pemotongan gaji. Jika Anda diberhentikan, itu bisa memakan waktu cukup lama sebelum kamu mendapatkan pekerjaan lain. Pejerjaan sampingan bisa memberikan aliran pendapatan alternatif, sehingga bisa membuatmu berjaga jaga dari risiko tersebut. itu bisa membuat sebuah transisi dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lebih kecil dan rendah akan tingkat stress. Jika tidak menemukan pekerjaan yang lain, kamu juga bahkan memutuskan untuk menjadikan sampingan tersebut menjadi full time kamu.

source : www.yellowbirdeditors.com

5. Cari Jaringan/ Relasi
Bekerja dalam lingkungan kantor yang konvensional berarti kamu akan melihat orang yang sama dari bulan atau tahun ke tahun. Ini berarti bahwa kamu memiliki jaringan/ relasi yang terbatas.
Bagaimanapun, pekerjaan sampingan bisa membuatmu memperluas relasi setiap harinya. Apakah itu bertemu dengan orang orang disaat sedang diluar, tempat umum, restoran, dll. Kamu akan selalu punya kesempatan untuk menjalin hubungan dengan orang  yang memiliki pemikiran sama dengamu.
Sehingga ketika tiba saatnya kita mengalami hal yang tidak diinginkan di kantor (diberhentikan), maka kita harus mengubah pekerjaan sampingan tersebut menjadi masa depan, menemukan daftar daftar kontak relasi adalah hal yang sangat berguna nantinya.

Apakah kamu terlibat dalam pekerjaan sampingan? Bagaimana itu mempengaruhi karirmu? Silakan boleh berbagi dengan blog di bagian komentar di bawah ini.

Terima kasih, semoga bermanfaat dan menjadi bahan refrensi,
Salam
CanduKarir
Matthew Youlden adalah seorang pria yang bisa berbicara menggunakan 9 Bahasa asing dengan lancar, dan memahami lebih dari selusin lebih bahasa lainnya.
Lebih dikenal sebagai polygot, yaitu (seorang elit multibahasa yang dapat berbicara dalam 6 hingga 9 bahasa sekaligus) tentunya dengan lancar. Matthew juga berprofesi sebagai sociolunguist yang mempelajari tentang revitalisasi bahasa minoritas.


Melihat Matthew beraksi setiap hari, terlihat sangat cekatan dan sangat nyaman berbicara dengan native-speaker (Pengguna Bahasa Asing) dalam bahasa mereka sendiri - menunjukkan bahwa dia lebih dari seorang polyglot.
Pria yang berasal dari Manchester Inggris ini diumpamakan bunglon bahasa, yaitu bisa menyesuaikan bahasa dengan cepat dimana dia berada, misalkan saat berada di German, dia bisa lancar bahasa daerah tersebut tanpa canggung, sehingga terkesan seperti orang German asli, begitu juga saat berada di Spanyol, Brazil, Portugis, dll.


Dalam video di atas dapat dilihat bahwa Matthew melanturkan keterampilan bahasa Irlandia, Perancis, Spanyol, Catalan, Portugis, Italia, Ibrani dan Jerman, Inggris.


Pada akunnya sendiri, Matthew menyatakan telah menguasai bahasa dengan jumlah yang mengejutkan. Dengan memanfaatkan semua kemampuan yang dimiliki: ketekunan, antusiasme dan keterbukaan pikiran.
Jika anda adalah seorang Polygot über-nerd /kutu buku (istilah polygot) yang mempelajari bahasa secara full time, maka mungkin sedikit berbeda dengan Matthew, versinya yaitu Multilingualis yang tidak terikat dengan Ivory Tower. Tapi menghubungkan dirinya kepada semua orang di dunia. Menurutnya, "semakin banyak bahasa yang anda kuasai, semakin banyak pandangan perspektif yang anda miliki.".
"Saya pikir setiap bahasa memiliki cara tertentu dalam melihat dunia. Jika kamu berbicara satu bahasa, maka kamu memiliki cara analisis dan menafsirkan dunia yang berbeda dari bahasa lain.
Bahkan jika itu bahasa yang erat-terkait seperti Spanyol dan Portugis, yang mana dengan dengan pasti satu sama lain bisa saling mengerti, padahal bahasa spanyol-portugis memiliki waktu yang sama tapi memiliki 2 bahasa berbeda, juga pola pikir berbeda.

"Oleh karena itu, setelah belajar bahasa asing dan masih dikelilingi oleh bahasa lain, saya tidak mungkin memilih hanya satu bahasa karena itu berarti benar-benar menyangkal kemungkinan untuk bisa melihat dunia dengan cara yang berbeda. 
Tidak dengan satu cara, tetapi banyak cara yang berbeda. Jadi hidup dengan satu bahasa saja, bagi saya adalah yang paling menyedihkan, kesepian, cara yang paling membosankan melihat dunia. Ada begitu banyak keuntungan dari belajar bahasa; Aku benar-benar tidak bisa memikirkan alasan untuk tidak melakukannya. " Pungkasnya.

Refrensi :babble.com
Sekilas, seseorang yang perfeksionis terlihat menjadi sesuatu yang berlebihan, demikian banyak dari pebisnis yang sukses, penyanyi, selebriti dan Olahragawan yang telah mengaku menjadi seorang perfeksionis.

src : www.shadesofgrace.org
Perfeksionis adalah sebuah prestasi yang termotivasi dari tujuan / goal seseorang. Mereka yang memilikinya menekan diri untuk menjadi yang terbaik dengan apa yang mereka bisa lakukan, Sehingga mencapai hasil yang sebelumnya menjadi hal yang tak terduga (Pencapaian yang Wah...).  
Tentu mereka adalah orang orang yang memiliki sifat sabar tabah untuk tetap maju meskipun rintangan ada begitu panjang dalam perjalanannya.  

Seorang perfeksionis juga memiliki mata yang tajam serta detail, sehingga mereka bisa menjamin bahwa tidak ada kesalahan yang terjadi tanpa disadari.  
Karena dari prestasi mereka itu, biasanya mereka telah berhasil menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang di sekitar mereka.

Bagaimanapun, meski hal tersebut memiliki banyak keuntungan, namun bukan berarti sifat Perfeksionis tidak memiliki sisi buruk. Berikut penjelasannya ;

scr : theithacan.org
1. Penundaan
Seorang yang memiliki sifat terlalu perfeksionis cenderung kerap menunda, baik dalam menangani tugas-tugas dan proyek, karena seiring waktu mereka menjadi menunggu sebuah konteks yang tepat dikerjakan, memikirkan waktu dan solusi
Biasanya pun sifat ini membuat tugas tampak lebih kompleks dari pada yang sebenarnya, sehingga bisa menjadi terintimidasi.
Sifat ini juga memiliki harapan yang tidak realistis akan hasil dari akhir. Bahkan bisa membuat sebuah tugas terlihat mustahil untuk dicapai. Oleh karena itu mulai lah untuk memulai sebuah hal yang ingin dikerjakan dengan sepenuh hati, tidak terlalu menghindari prasangka/ perkiraan yang terlalu komplex, yang nantinya dapat merugikanmu.

scr : www.wrecked.org
2. Produktivitas yang rendah
Ketika sifat perfeksionis mengambil alih sebuah tugas atau proyek. Mereka sering cenderung memberikan terlalu banyak perhatian berlebih terhadap setiap detil dari proyek tersebut. Bahkan termasuk detail detail yang sangat tidak penting
Sebagai hasil, mereka pun menghabiskan waktu yang begitu banyak hanya dalam satu proyek. Sehingga sebagai hasil yang didapat pun adalah kurang nya produktif.

Selain itu juga , sifat perfeksionis yang terlalu rewel tentang rincian juga bisa mengubah kita menjadi "workaholic" (kondisi seseorang yang mementingkan pekerjaan secara berlebihan dan melalaikan aspek kehidupan yang lain).
Hal ini menyebabkan akan membuat kita kurang produktif dalam jangka panjang.
 
src : excelle.monster.com
3. Stagnansi (tidak berkembang)
Suatu hal ironis yang paling merugikan dari Sifat Perfeksionis adalah "Tidak Berkembang". Perfeksionis juga mempunyai cara ketentuan tersendiri yang mereka anggap sebagai yang terbaik.
Mengasumsikan bahwa mereka mengetahui semuanya, sehingga menutup kemungkinan untuk menerima masukan dari orang lain.
Sehingga hal ini tidak bagus dalam meraih kesempatan seperti pada situasi baru, dan memilih ide ide yang mereka pelajari sendiri, hasilnya Stagnansi tidak berkembang.

src : www.qualityliferesources.com
4. Kurang Memperhatikan Kesehatan
Perfeksionis biasanya "workaholic", yang mana tidak akan berhenti sampai mencapai hasil yang didambakan. Secara konstan mereka mengorbankan/ menghiraukan asupan gizi, atau hiburan seperti akhir pekan, bahkan waktu tidur pun berkurang hanya untuk kepentingan kerja. 

Sehingga menjadi suatu hal yang kecanduan, mereka selalu mengkhawatirkan tentang apa yang salah dan apa saja yang mereka akan capai, dan hasil yang didambakan. 
Akibatnya, perfeksionis cenderung mengalami kesehatan fisik dan mental yang buruk, yang selanjutnya menghambat produktivitas mereka.


src : www.business2community.com
5. Kurangnya Relationship (hubungan sosial)
Jika anda seorang perfeksionis, mungkin akan menemukan penempatan diri terhadap tekanan dari orang disekitar yang telah mengukur standart anda. Bagaimanapun,hal ini tidak fleksibel dan kelakuan hanya akan berakhir dengan memaksa orang lain untuk pergi.
Orang orang akan merasa sulit untuk berhubungan denganmu, karena anda tidak terbuka dan tidak bisa mendengarkan ide dan tidak menghargai usaha yang mereka buat.
Harapan yang tidak realistis  akan menyebabkan hubungan yang tidak optimal dengan pasangan anda, anak-anak, teman, teman sebaya atau rekan kerja.

 
src : www.asms.org.nz
 6. Pemikiran dan Pandangan yang Pendek
Sifat Perfeksionis biasanya akan menyebabkan kita jadi terobsesi dengan detail hal kecil yang akhirnya dapat membuat kita kehilangan gambaran yang lebih besar.
Sifat perfeksionis yang mana biasanya "lebih peduli terhadap hasil akhir daripada proses". 
Misalkan anda seorang manajer. anda mungkin akan lebih peduli terhadap target yang akan dicapai daripada mengembangkan potensi karyawan anda. 
Hal ini bisa menjadi membatasi potensi dan mencegahmu menjadi seorang "Pemimpin yang Visioner".

Jika anda seorang yang memiliki sifat perfeksionis, adalah sebuah kabar baik jika beberapa sisi buruk diatas bisa anda ubah dan atasi. 
Pastinya dibutuhkan  kesadaran diri dan tekad untuk membuat perubahan yang diperlukan.
Apakah anda perfeksionis? Apakah anda berpikir bahwa anda tertekan karena salah satu hal merugikan diatas?

Sekian dan Terima kasih
Salam
CanduKarir

Beberapa Keputusan terkadang memang mudah untuk dibuat, seperti contoh kecil saat kita memilih pakaian yang akan hendak kita pakai sehari hari, tindakan/ mengambil keputusan pun diperlukan dalam hal kecil seperti itu.

src : Google
    Dimana saat ingin mengambil tindakan akan keputusan pun memerlukan hal seperti, banyak merenungkannya, refleksi terhadap diri kemudian kembali menganalisis. Karena faktanya hal hal yang akan timbul setelahnya atas keputusan bisa jadi memiliki konsekuensi yang panjang.
Misalkan contoh seorang atasan dimana saat menemukan momen yang berat, antara memilih untuk menghentikan /memecat beberapa karyawan atau sebaliknya dia (atasan) tersebut yang rugi.
 berikut ini adalah sintesis dari pandangan beberapa ahli, yang didasari dari penelitian psikologi dan perilaku ekonomi untuk membantu kita membuat keputusan bijaksana dan lebih baik lagi.

1. Mengenali Pertanyaan yang sesungguhnya
Pertanyaan yang sesungguhnya tidak sering menjadi yang utama kamu pikirkan ketika membuat sebuah kesepakatan. Hindari godaan untuk meraih hal yang ada didepan matamu. Jika menjawab dengan salah, maka kita pun telah membuat keputusan yang salah.
Sebaliknya, jika mengidentifikasi hal yang dibutuhkan,  lalu mengambil waktu untuk mundur sejenak.
Maka hal ini akan membantu dalam mengidentifikasi pertanyaan yang "sesungguhnya".



 2. Mengatur Data Informasi
Memang, sebuah keputusan yang kompleks sering dikatakan rumit dimana terlalu banyak memiliki informasi, yang mengarah ke apa yang disebut sebagai "informasi yang berlebihan".  Data Informasi yang berlebihan pun dapat mengakibatkan "Lumpuh Analisis", yaitu kita benar benar lumpuh dalam hal menganalisis.

Sebaliknya untuk mengatasi itu, perlunya untuk mengurutkan informasi dan data yang dimiliki ke dalam sebuah wadah yang lebih relevan. Seperti contoh : waktu, uang, motivasi, sumber, dan lingkungan orang luar. Hal ini menghindari kamu untuk membuat keputusan yang bercampur tidak teratur, sehingga infromasi tersebut bisa kamu akses dengan tepat dan mudah.


3. Menentukan Kriteria Kamu untuk Sukses
Bagaimana kita tahu jika keputuusan kita sudah benar? Maka ketahuilah bagaimana kamu akan mengukur kesuksesan dari keputusanmu yang akan berpengaruh juga bagaimana kamu membuat keputusan tersebut.



4. Jadilah Kritikus Untuk Diri Sendiri
Penelitian telah menunjukkan bahwa menjadi kritikus terhadap diri sendiri dapat memperluas pemikiran kita dan mengilhami pertimbangan yang besar berdasarkan fakta fakta real. (Sumber : dialectic bootstrapping. )
Penelitian juga telah menunjukkan bahwa "kebijaksanaan orang banyak" (beberapa orang yang sepakat) lebih akurat dari pada kebijaksanaan yang hanya dari seorang individu saja. Sehingga dengan memanggil "Kebijaksanaan orang banyak" tersebut kamu akan lebih mungkin untuk mencapai sebuah keputusan yang lebih akurat.

Misalkan  jika harus memutuskan, apakah akan merekrut karyawan baru untuk meringankan beban kerja karyawan lain  yang terasa semakin besar bagi mereka ?
Tuliskan juga jawaban pertama kamu atas pertanyaan tersebut, kemudian asumsikan jawaban mu tersebut salah  dan pikirkan tentang mengapa itu menjadi sebuah pertimbangan.
Dengan kata lain, jadilah kritikus diri sendiri. Wawasan kamu akan bertambah dari mengadopsi 2 posisi yang berlawanan.
Hal ini akan membantu dalam mengambil keputusan yang baik


5. Prasangka Dalam Diri Sendiri
Pengambilan keputusan sering terhalang karena adanya bias/ prasangka dalam diri kita sendiri. Salah satu contoh adalah bahwa optimisme kita sering membawa kita untuk mengabaikan 'tarif dasar'. Probabilitas yang mengatur setiap situasi tertentu
Misalnya sebuah asumsi ketika dalam sebuah bus, bahwa pria yang sedang duduk mendengarkan musik klasik didekatmu lebih mungkin untuk jadi seorang profesor musik daripada si supir truk yang mengabaikan hal tersebut. <-> ada banyak hal signifikan antara supir dengan profesor musik.  

Contoh lain (berdasarkan ukuran) bahwa "kebanyakan bisnis kecil akan gagal" dan "kebanyakan pemilihan akan dimenangkan dalam keadaan ekonomi"

Berikut adalah beberapa bias lain untuk mengambil pertimbangkan:

Ketersediaan Bias : naluri mengandalkan apa yang paling 'top of mind' 
Efek Halo : kecenderungan untuk mengabaikan aspek-aspek negatif dari sebuah situasi karena kamu begitu terpikat oleh unsur-unsur positif
Bias Konfirmasi : Kecenderungan untuk merumuskan teori dan kemudian melihat hanya untuk informasi yang mendukungnya.



Sekian terima kasih, semoga bermanfaat,
Salam Candu karir.