Beberapa Keputusan terkadang memang mudah untuk dibuat, seperti contoh kecil saat kita memilih pakaian yang akan hendak kita pakai sehari hari, tindakan/ mengambil keputusan pun diperlukan dalam hal kecil seperti itu.
![]() |
| src : Google |
Dimana saat ingin mengambil tindakan akan keputusan pun memerlukan hal seperti, banyak merenungkannya, refleksi terhadap diri kemudian kembali menganalisis. Karena faktanya hal hal yang akan timbul setelahnya atas keputusan bisa jadi memiliki konsekuensi yang panjang.
Misalkan contoh seorang atasan dimana saat menemukan momen yang berat, antara memilih untuk menghentikan /memecat beberapa karyawan atau sebaliknya dia (atasan) tersebut yang rugi.
berikut ini adalah sintesis dari pandangan beberapa ahli, yang didasari dari penelitian psikologi dan perilaku ekonomi untuk membantu kita membuat keputusan bijaksana dan lebih baik lagi.
1. Mengenali Pertanyaan yang sesungguhnya
Pertanyaan yang sesungguhnya tidak sering menjadi yang utama kamu pikirkan ketika membuat sebuah kesepakatan. Hindari godaan untuk meraih hal yang ada didepan matamu. Jika menjawab dengan salah, maka kita pun telah membuat keputusan yang salah.
Sebaliknya, jika mengidentifikasi hal yang dibutuhkan, lalu mengambil waktu untuk mundur sejenak.
Maka hal ini akan membantu dalam mengidentifikasi pertanyaan yang "sesungguhnya".
2. Mengatur Data Informasi
Memang, sebuah keputusan yang kompleks sering dikatakan rumit dimana terlalu banyak memiliki informasi, yang mengarah ke apa yang disebut sebagai "informasi yang berlebihan". Data Informasi yang berlebihan pun dapat mengakibatkan "Lumpuh Analisis", yaitu kita benar benar lumpuh dalam hal menganalisis.
Sebaliknya untuk mengatasi itu, perlunya untuk mengurutkan informasi dan data yang dimiliki ke dalam sebuah wadah yang lebih relevan. Seperti contoh : waktu, uang, motivasi, sumber, dan lingkungan orang luar. Hal ini menghindari kamu untuk membuat keputusan yang bercampur tidak teratur, sehingga infromasi tersebut bisa kamu akses dengan tepat dan mudah.
3. Menentukan Kriteria Kamu untuk Sukses
Bagaimana kita tahu jika keputuusan kita sudah benar? Maka ketahuilah bagaimana kamu akan mengukur kesuksesan dari keputusanmu yang akan berpengaruh juga bagaimana kamu membuat keputusan tersebut.
4. Jadilah Kritikus Untuk Diri Sendiri
Penelitian telah menunjukkan bahwa menjadi kritikus terhadap diri sendiri dapat memperluas pemikiran kita dan mengilhami pertimbangan yang besar berdasarkan fakta fakta real. (Sumber : dialectic bootstrapping. )
Penelitian juga telah menunjukkan bahwa "kebijaksanaan orang banyak" (beberapa orang yang sepakat) lebih akurat dari pada kebijaksanaan yang hanya dari seorang individu saja. Sehingga dengan memanggil "Kebijaksanaan orang banyak" tersebut kamu akan lebih mungkin untuk mencapai sebuah keputusan yang lebih akurat.
Misalkan jika harus memutuskan, apakah akan merekrut karyawan baru untuk meringankan beban kerja karyawan lain yang terasa semakin besar bagi mereka ?
Tuliskan juga jawaban pertama kamu atas pertanyaan tersebut, kemudian asumsikan jawaban mu tersebut salah dan pikirkan tentang mengapa itu menjadi sebuah pertimbangan.
Dengan kata lain, jadilah kritikus diri sendiri. Wawasan kamu akan bertambah dari mengadopsi 2 posisi yang berlawanan.
Hal ini akan membantu dalam mengambil keputusan yang baik
5. Prasangka Dalam Diri Sendiri
Pengambilan keputusan sering terhalang karena adanya bias/ prasangka dalam diri kita sendiri. Salah satu contoh adalah bahwa optimisme kita sering membawa kita untuk mengabaikan 'tarif dasar'. Probabilitas yang mengatur setiap situasi tertentu.
Pengambilan keputusan sering terhalang karena adanya bias/ prasangka dalam diri kita sendiri. Salah satu contoh adalah bahwa optimisme kita sering membawa kita untuk mengabaikan 'tarif dasar'. Probabilitas yang mengatur setiap situasi tertentu.
Misalnya sebuah asumsi ketika dalam sebuah bus, bahwa pria yang sedang duduk mendengarkan musik klasik didekatmu lebih mungkin untuk jadi seorang profesor musik daripada si supir truk yang mengabaikan hal tersebut. <-> ada banyak hal signifikan antara supir dengan profesor musik.
Contoh lain (berdasarkan ukuran) bahwa "kebanyakan bisnis kecil akan gagal" dan "kebanyakan pemilihan akan dimenangkan dalam keadaan ekonomi"
Berikut adalah beberapa bias lain untuk mengambil pertimbangkan:
Ketersediaan Bias : naluri mengandalkan apa yang paling 'top of mind'
Ketersediaan Bias : naluri mengandalkan apa yang paling 'top of mind'
Efek Halo : kecenderungan untuk mengabaikan aspek-aspek negatif dari sebuah situasi karena kamu begitu terpikat oleh unsur-unsur positif
Bias Konfirmasi : Kecenderungan untuk merumuskan teori dan kemudian melihat hanya untuk informasi yang mendukungnya.
Sekian terima kasih, semoga bermanfaat,
Salam Candu karir.
Bias Konfirmasi : Kecenderungan untuk merumuskan teori dan kemudian melihat hanya untuk informasi yang mendukungnya.
Sekian terima kasih, semoga bermanfaat,
Salam Candu karir.






0 komentar:
Posting Komentar